Desa [Nama Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan] 3.2 Susunan Pengurus Pelindung: Kepala Desa [Nama Desa] Ketua Poktan: [Nama Ketua] Sekretaris: [Nama Sekretaris] Bendahara: [Nama Bendahara] Jumlah Anggota: [misal: 45] Orang Luas Areal Hamparan Sawah: [misal: 35] Hektar [BAB IV: RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)]
Membuka sarana transportasi darat yang layak bagi petani menuju kawasan lahan pertanian.
# PROPOSAL PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI **Desa [Nama Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan]** **Tahun Anggaran: [Tahun]**
Saat ini, kondisi akses jalan menuju lahan pertanian kami masih berupa tanah labil yang sangat sulit dilalui, terutama pada musim penghujan. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya angkut hasil panen dan menurunkan nilai jual komoditas pertanian para petani. contoh proposal jalan usaha tani word
Demikian proposal permohonan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) ini kami susun dengan harapan mendapat perhatian khusus serta tindak lanjut dari Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten [Nama Kabupaten]. Ketersediaan jalan yang memadai adalah impian besar kelompok tani kami demi mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi pedesaan.
: [Contoh: Perkerasan Jalan Sirtu / Beton / Rabat Beton] V. ESTIMASI ANGGARAN (RAB) (Buat dalam bentuk tabel di Word) Material : Semen, pasir, batu pecah/split, sirtu. Tenaga Kerja : Ongkos tukang dan pekerja lapangan. Lain-lain : Sewa alat (jika diperlukan) dan administrasi. VI. PENUTUP
Rincian kebutuhan material, alat, dan tenaga kerja. Desa [Nama Desa], Kecamatan [Nama Kecamatan] 3
Salah satu kendala utama yang dihadapi oleh Kelompok Tani [Nama Kelompok] saat ini adalah ketiadaan Jalan Usaha Tani (JUT) yang layak. Akses transportasi yang ada saat ini hanya berupa sarana jalan tanah sempit. Pada musim hujan, jalan menjadi berlumpur, licin, dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Akibatnya, proses distribusi sarana produksi pertanian (pupuk, bibit, obat-obatan) menuju lahan dan pengangkutan hasil panen menuju pasar menjadi sangat terhambat.
Sebuah proposal resmi yang ditujukan kepada Dinas Pertanian atau instansi terkait harus memiliki struktur yang sistematis agar mudah dipahami dan disetujui. Berikut adalah komponen utamanya:
| No | Uraian Pekerjaan | Volume | Satuan | Harga Satuan (Rp) | Jumlah (Rp) | | :--- | :--- | :--- | :--- | :--- | :--- | | 1 | Pembersihan Lapangan & Pengukuran | [X] | LS | [X] | [X] | | 2 | Pekerjaan Tanah (Galian/urugan) | [X] | m³ | [X] | [X] | | 3 | Pasir Urug (Base Course) | [X] | m³ | [X] | [X] | | 4 | Pengecoran Rabat Beton K-175 | [X] | m³ | [X] | [X] | | 5 | Bekisting (Kayu) | [X] | m³ | [X] | [X] | | 6 | Pembesian (jika diperlukan) | [X] | kg | [X] | [X] | | | | | | | [A] Rupiah | | Biaya Tak Terduga (10%) | | | | | [B] Rupiah | | GRAND TOTAL | | | | | [A+B] Rupiah | ESTIMASI ANGGARAN (RAB) (Buat dalam bentuk tabel di
Anda dapat menyalin teks di bawah ini ke dalam Microsoft Word dan menyesuaikan data dalam tanda kurung siku [...] sesuai dengan kondisi kelompok tani Anda.
Bagi Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), langkah awal untuk mendapatkan bantuan pendanaan pembangunan JUT dari pemerintah pusat (Kementerian Pertanian), pemerintah daerah (Dinas Pertanian), maupun melalui Dana Desa adalah dengan menyusun proposal formal.